Saya Lahir di sebuah Desa yang Jauh dari Kota, Sehari Hari Masa Kecil saya di habiskan di desa ini, Keluarga Saya sama sekali tidak kaya, Kedua orang tua saya hanya seorang Petani yang sederhana,
Demi Saya agar dapat duduk di bangku Sekola, Mereka Harus Bekerja Kerja Keras Setiap Saat. Kerja Keras yang mereka lakukan dapat saya rasakan dan terlihat dari mata Kepala Saya sendiri, saya bersumpah suatu saat nanti akan memberikan mereka kehidupan yang lebih baik dari ini.
Sekarang Saya Sudah Lulu Kuliah, Dan Juga Telah Mendapatkan Pekerjaan yang Lumayan Baik, Harapan saya selalu ingin menghasilkan uang yang banyak, Dengan Uang itu saya ingin membeli rumah di kota ini, lalu mengajak orang tua saya untuk tinggal bersama di rumah itu,
Di Tempat kerja yang sekarang ini merupakan awal pertama kali saya bertemu dengan pacar saya, Dia lebih tua dari saya yang berbeda 2 tahun, Dia menjabat sebagai manajer nabung di cabang perusahaan lain, Kehidupan masa kecil dia juga kurang menyenangkan, Orang Tuanya harus bererai saat dirinya masih kecil, dan ibunyalah merawatnya sampai hingga dewasa.
Tidak Lama setelah dia baru bekerja di perusaan itu, ibunya yang satu satunya dia miliki dari kecil, telah meninggal dunia meninggalkan di seorang diri, dia benar benar sangat sedik untuk waktu yang lama, jadi inilah alasa mengapa dia terus bekerja keras sampai saat ini
Saat kami memutuskan untuk bersama, Dia benar benar baik kepadaku dan dirinya sama sekali tidak keberatan dengan fakta bahwa saya berasal dari keluarga seorang petani, saya telah memutuskan dengan mata dan telah merencanakan kapan pernikahan kami di gelar.
Sebelum itu, dia mengatakan sangat ingin bertemu dengan kedua orang tua saya, jadi dengan begitu saya membawanya menemui kedua orang tua saya di kampung halaman.
Meski pacar saya juga pernah melalui kehidupan yang pahit, tetapi dirinya sekarang tinggal di kota, Setelah Dia melihat rumah kami yang sudah sangat Kuno dan bobrok, seluruh wajahnya terlihat sangat syok, Pikiranku Langsung bercampur aduk, saya mengira dia akan memutuskan berpisah denganku setelah melihat ini. Karena inilah alasan mengapa sebelumnya, Mantan yang dulu meninggalkan saya.
Sebenarnya desa kami tidak terhitung terlalu miskin dan tidak terlalu kaya, pada dasarnya semua penduduk di desa ini sudah merenovasi bahwkan membangun rumah yang baru, ada yang membangun sampat empat atau lima lantai dan isi di dalam rumahnya juga sangat begitu indah. Dibali semua rumah yang bagus itu, kondisi rumah keluarga saya sangat memprihatinkan bahkan bentuknya tak seperti rumah petak lagi, berbagai jenis kayu dan ubin telah berampur menjadi satu mengyangga,itulah rumah kami. Tidak hanya itu, Rumah kami sudah bertahan bertahun tahun dan benar benar terlihat seperti rumah yang akan segera roboh
saya juga ingin memberi orang tua saya rumah baru, tetapi kondisi keunangan saya tidak memungkinkan untuk mewujudkan semua itu, Saat orang tuaku melihat Calon pasangan baruku, langsung menyambutnya dengan hangat, dan dia juga meresponnya dengan sangat antusia, Namun, Di dalam hati saya sangat gelisah seakan tidak berada di kenyataan.
Keesokan harinya, saat kami berpas-pasan pergi ke kantor, ia mengluarkan satu kartu bank, katanya, di dalam kartu itu ada 100.000 Yuan, tolong titipkan kepada ibu saya untuk memperbaikin kondisi rumah mereka, Uang Sebesar ini adalah uang tabunganya, dia juga tidak mempermasalahkan uang sebesar itu, Mendengar kabar itu, Aya saya sangat terkejut, bahkan ibu saya langsung menangis pada saat itu, ibu saya memilih mengembalikan uang itu kepada pacar aya, dan berkata
"Uang ini kami tidak bisa menerimanya, Anda memiliki kehidupan di kota, pasti membutuhkan banyak uang untuk tinggal disana. Jangan sia siakan untuk kami "
Pacar saya mengatakan:
"Bagaimanapun juga uang ini tidak boleh dikembalikan kepadanya, apabila mereka telah menerima saya sebagai menantunya pun tidak perlu di kembalikan". Ibu saya tak kuasa menahan air mata dan akhirnya menerima uang pemberianya itu, Lalu ibu saya berkata:
"Keluarga kita benar benar sangat beruntung memiliki menanti seperti dirinya"
Setelah kami berdua menikah, akhirnya kami memutuskan membeli sebuah rumah baru. Istri saya langsung mengajak kedua orang tua saya untuk segera pindah kerumah baru kami. Pada akhirnya, sekarang, kami hidup dengan sangat Bahagia

0 comments